Wednesday, June 11, 2008

Karang Gigi






Karena ada kawat di gigi, maka selilit pun jadi mudah nempel. Gosok gigi jadi harus benar-benar sampai ke celah-celah gigi. Tapi ya tetep nggak gampang.

Karang gigi adalah salah satu yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan mulut. Mengabaikan karang gigi bisa menimbulkan bau mulut tak sedap, dan bila dibiarkan maka akan menjadi hal yang lebih buruk lagi di masa mendatang. Jadi, membersihkan karang gigi aku agendakan pada kontrol ortho kali ini.


Tidak labih dari satu jam, proses pembersihan karang gigi ini bisa selesai. Prosesnya nggak menyakitkan. Cuma, karena mulutku peka, mudah terpancing untuk hoek (baca: muntah), maka proses ini menjadi tantangan bagiku. Seperti saat mencetak gigi, biar nggak hoek, aku musti-kudu-wajib-harus rileks. Memposisikan diri senyaman mungkin, merebahkan badan sesantai mungkin, menarik nafas dengan tenang, hasilnya: aku tidak hoek dan gigi pun jadi bersih.

Gigi bersih, senyum pun semakin mengembang!

Tuesday, June 10, 2008

Kontrol Ortho Ketiga

Gigi taringku sudah mulai bergeser. Empat gigi seri atas diikat, supaya nggak ikut tertarik ke belakang. Gigi seri bawah mulai dirapikan juga.






Pulang dari Bali, tak lagi jadi back packer, menikmati hari dengan "hidup lebih teratur", maka sariawan pun sembuh.


Sariawan sudah pergi? Senyum ceria pun datang...!

Saturday, June 7, 2008

Sariawan!

Ke Bali, jadi backpacker ternyata menjadi tantangan tersendiri. Berangkat naik kereta ekonomi (sudah pasti panas gerah), kurang minum, dan di Bali BAB (buang air besar)-ku nggak lancar, bisa ditebak apa yang akan terjadi. Sariawan!


Bayangan akan nikmatnya wisata kuliner di Bali sudah terhapus deh! Apa nikmatnya makan ayam betutu kalo lagi sariawan gini? Cari menu makanan berkuah aja deh... Beres kan?

Bali, walaupun aku sariawan, aku tetap tersenyum kok!

Kontrol Ortho Kedua

Tanggal 23 Januari 2008, sudah mulai membiasakan diri membuat janji dengan drg Andi, orthodontis. Aku suka dengan cara komunikasi drg Andi, yang mau menginformasikan secara detail kondisi gigiku, penanganannya dan perkembangan tahap perawatannya. Jadi, aku tau ”akan diapakan” sehingga aku tau ”apa yang akan aku lakukan”. Lebih percaya dan yakin dalam menjalani perawatan, merupakan salah satu kunci cara menikmati perawatan orthodonti.



Karena aku punya rencana mau ke Bali, aku ingin warna karet gigi pun menyesuaikan lebih ”ceria”. Aku pilih warna pink untuk dipasang di gigi atas. Sepertinya ada efek psikologis ”lebih segar”. Tapi, untuk gigi bawah yang masih berantakan aku tetap memakai karet transparant.

Bali...tunggu aku.
Tunggulah senyumku di Pulau Dewata!

Friday, June 6, 2008

Kontrol Ortho Pertama

Setelah dua minggu dari pertama kali kawat dipasang, aku kembali ke dokter gigi. Kali ini kawat sudah “diaktifkan”. Semua behel sudah ditarik dengan mengkaitkan karet. Karena merasa masih “baru” aku memilih warna karet yang transparant. Setidaknya mengurangi ”perbedaan penampilan” yang cukup mencolok. Gigi taring atasku sudah mulai ditarik ke belakang. Gigi seri bawah yang mundur mulai ”dibariskan”.

Setelah kontrol ortho (demikian ”kunjungan rutin 3 mingguan ke dokter gigi” ini biasa disebut), gigi terasa ditarik lebih kencang. Gigi terasa ”lemas”, jadi siapin aja menu makan yang lembut-lembut untuk dua hari setelah kontrol ortho.
Supaya tubuh tetap fit, atur asupan makan. Kalo lagi ”males” makan, aku suka menikmati aneka juice. Gizi tercukupi, tapi tugas gigi nggak berat. Cukup ”disruput”, aneka buah segar bisa memberi kalori siap pakai. Segeeeer lagi!

:-)

Minggu Pertama (Masa Penyesuaian)

Minggu pertama merupakan masa penyesuaian. Baik untuk sekedar ”menutup dan membuka mulut”, cari posisi yang nyaman untuk tersenyum dan bicara, maupun penyesuaian pola makan. Aku yang hobby makan kacang, dengan penuh kerelaan ”say good bye” kepada kacang tersayang. Beberapa makanan yang tidak mendukung atau mungkin menghambat proses juga sebaiknya dihindari, misalnya makanan yang terlalu keras, lengket dan terlalu manis.

Karena behel dipasang dengan lem khusus, di minggu pertama ini kita juga rajin-rajin nge-check behel benar-benar nempel di gigi dengan ”setia” atau nggak. Supaya lem melekat dengan baik, muai susut lem juga mesti dijaga dengan pola makan yang benar. Maksudnya, menghindari makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin akan mengoptimalkan daya rekat lem tersebut. (Eh pesan ini juga berlaku untuk menjaga kesehatan gigi setiap hari ya, bukan cuma karena sudah pasang kawat gigi).
Cara menggosok gigi pun jadi perlu ”dipelajari” kembali, karena ada lekukan-lekukan yang perlu ”perhatian” khusus. (Silakan lihat di situs http://www.ptortho.com)
Ada hal yang sepertinya sepele, tapi harus diperhatikan, yaitu: waspadalah terhadap makanan yang berwarna dan bisa meninggalkan bekas warna di karet. Warna yang menempel bisa mengganggu penampilan (apalagi saat karet yang dipakai transparant atau warna-warna muda), jadi nggak sedap dipandang aja.

Masih berani tersenyum?!
Masih senyum dong!